Belajar dari Sakura


Karateka bisa rusak atau kalah jika melakukan kesalahan dalam pernapasan, selain percaya diri berlebihan. Belajar karate mesti terbuka dan luwes untuk memaksimalkan potensi dalam mencari dan menemukan teknik baru. Misalnya, alat pemukul bisa pula berfungsi sebagai pemberat ‘kan? Teknik bukan benda mati tapi lebih seperti makhluk hidup. Tak boleh bersikap tertutup dan kaku dalam proses mempertajam perasaan dan kepekaan. Sayangilah orang lain dengan sopan santun. Kalau tak menghormati orang berarti tak percaya diri.

Hati yang pantang menyerah merupakan syarat mutlak memenangkan pertandingan. Pertandingan seperti hidup itu sendiri, penuh ketakpastian. Jalani saja di rel etika yang benar. Jiwa tenang, pemusatan pikiran meningkat, yakinlah, semuanya akan berakhir baik. Keberhasilan seseorang sangat ditentukan kepuasan hati. Seperti bunga sakura, saat mekar tanpa pamrih, tanpa beban apa pun, dengan ketulusan dalam memberikan kepuasan dan kekaguman pada tiap orang untuk menikmatinya. Gugurnya bunga sakura akan sangat disayangkan banyak orang.

Hidup Sakura itu bak cermin keberhasilan seseorang. Begitu kita mati, orang merasa kehilangan.

Satu Respon untuk Belajar dari Sakura

  1. OSH,AKU SETUJU DENGAN PERNYATAAN DI ATAS,GITU AJA DARI AKU,OSH !

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s