Soke Horyu Matsuzaki Sederhana berhati mulia


Soke Horyu Matsuzaki

Soke Horyu Matsuzaki

Pada tahun 1966, tepatnya dibulan April adalah momen yang sangat penting bagi seseorang yang akrab disapa dengan sebutan Sensei. Momen ini menjadi sangat penting bagi beliau karena pada momen inilah menjadi awal dalam kehidupannya untuk berbagi dengan sesamanya.

Kedatangannya dari Jepang ke Indonesia merupakan undangan istimewa dari beberapa petinggi ABRI pada masa itu dimana mereka menginginkan ada salah satu orang Jepang bersedia datang ke Indonesia dan mengajarkan ilmu bela diri kepada para pemuda bangsa Indonesia. Keinginan para petinggi ABRI tersebutpun direspon dengan serius dan dari Jepang mengutus Sensei untuk berbagi ilmu bela diri di Indonesia.

Sensei yang bernama lengkap DR. Horyu (Sinya) Matsuzaki sangat bersemangat ketika diutus untuk mengajar ilmu bela diri bagi pemuda bangsa Indonesia. Pertamakali datang ke Indonesia Sensei menuju Bandung. Di daerah inilah Sensei mengagumi Indonesia dengan alamnya yang subur dan makmur, memiliki rasa kekeluargaan, penduduknya yang ramah dan cinta damai. Hal-hal itu pulalah menjadi alasan bagi beliau untuk betah berlama-lama di Indonesia dan mengabdikan dirinya untuk mengajar ilmu bela diri kepada para pemuda bangsa Indonesia.

Pertama sekali mengajar ilmu bela diri adalah melatih KODAM VI Siliwangi,kemudian KODAM V Jaya KODAM III Siliwangi dan hampir semua Detasemen militer, seperti Armed, Kopassus, PASKHAS AURI, POM, KAVALERI, KUJANG, KOSTRAD, PUSDIKJAS dan AKABRI. Selain melatih ilmu bela diri di jajaran militer, Sensei yang dikenal begitu ramah dan sederhana ini juga melatih para mahasiswa di berbagai universitas terkemuka khususnya di daerah Bandung, seperti ITB, Univ. Padjajaran, UNPAR dan IKIP. Pada saat pertamakali datang ke ITB, Sensei melihat pancaran cahaya di mata para mahasiswa yang memberikan ekspresi kehangatan menyambut kehadirannya di tengah-tengah mereka. Tidak hanya .di dua komunitas itu, Sensei yang bersahabat ini juga memberikan hati dan waktunya untuk melatih bela diri di kalangan umum dimana semua masyarakat diberi kesempatan untuk ikut belajar ilmu bela diri tanpa pamrih termasuk melatih organisasi-organisasi. Tidak pernah terpikir oleh beliau untuk mendapat balas jasa atas pengabdiannya, dan beliau melakukannya dengan ikhlas. Adapun yang mendasari pengabdian beliau dalam melatih ilmu bela diri ini adalah motto hidupnya dari kata“TERIMAKASIH”. Beliau menjabarkannya dalam pengertian sederhana bahwa kita menerima sesuatu dari Tuhan (TERIMA) maka tugas kita adalah memberikannya kepada yang lain, berbagi tanpa mengharapkan imbalan apapun (KASIH). Motto ini selalu bergaung dalam perjalanan kehidupan beliau sehingga selalu tampil sebagai sosok yang sederhana dan berhati mulia. Disamping itu ajaran gurunya juga memiliki energi yang turut menguatkan hati dan keinginannya untuk berbagi ilmu bela diri, dimana kita semua adalah satu keluarga dan semua manusia itu adalah bersaudara. Jadi tidak ada alasan untuk tidak berbagi. Pemberian dari Tuhan yakni nyawa, dari lahir hingga kematian harus berterima kasih dengan cara berbagi baik materil maupun moril dan bila kita berbagi akan dikenang seumur hidup jika berkenan di hati.

Sosok Sensei yang sederhana dan berhati mulia ini tampak begitu nyata di hadapan 2.000.000 an murid beliau yang tersebar di seluruh Nusantara bahkan Dunia. Jumlah murid terbanyak didapati di daerah Bali, Sumatera Utara, Jawa Barat, DKI dan Kalimantan Barat. Para muridpun sangat menghormati beliau bahkan dari antara murid tersebut ada yang menjadikannya sebagai bapak dan mereka menjalin relasi yang hangat antara anak dan bapak.

Pada saat berada di Bandung gurunya yang di Jepang memberinya sebuah gedung untuk ditempati, akan tetapi Sensei sendiri dengan penuh kerendahan hati memberikan tempat itu sebagai tempat berkumpul dan berlatih ilmu bela diri bagi siapa saja. Gedung itu disebut GOR Sasagawa Hall, didirikan pada tahun 1986 di jalan Padjajaran 37 Bandung. Hingga saat ini gedung tersebut masih beroperasi dan digunakan sebagai center dari berbagai ilmu bela diri atau disebut dengan KONI.Sensei berbagi tempat itu dengan ikhlas dan untuk bertahan hidup, orang tuanya dari Jepang mengirimkan biaya hidupnya di Indonesia.

Mengabdikan diri di Bandung memberiknnya kesempatan untuk mencintai Indonesia dan juga kesempatan untuk mempersunting gadis Bandung kala itu, menjadi isterinya dan dari perkawinan mereka dikaruniai tiga orang anak, dua berada di Tokyo dan satu berada di Indonesia. Sawanori Matsuzaki adalah puteranya yang berdomisili di Indonesia dan mengikuti jejaknya untuk mengabdikan diri sebagai pelatih ilmu bela diri. Sama seperti Sang Bapak yang sederhana dan berhati mulia ini, Sawanori Matsuzakipun tidak pilih-pilih untuk mengajar ilmu bela diri bahkan jiwa sosial yang melekat pada ayahnyapun diwarisinya. Mengajar ilmu bela diri tanpa pamrih. Dia juga mengumpulkan anak-anak yang miskin dan tidak punya apa-apa untuk di didik dan dilatih ilmu bela diri dan berhasil mengubah pancaran sinar di wajah murid-muridnya dari kalangan tidak mampu menjadi bersinar, Tak sepeserpun dia mengharapkan balas jasa atas pengabdiannya. Mengulang kisah Sang Bapak, untuk bertahan hidup maka biaya hidup pun diberikan oleh orang tuanya.Sawanori Matsuzaki tercatat sebagai juara dunia di Jepang untuk karate. Tercatat 5 kali juara merupakan prestasi yang patut dibanggakan dan diapun turut serta mengembangkan Karate KKI di Indonesia, mengabdikan diri untuk melatih dan tidak memungut biaya sedikitpun.

Keberadaan murid Sensei yang rersebar di seluruh propinsi Indonesia membuat sosok sederhana dan berhati mulia ini sangat dikenal dan dihormati, bahkan oleh salah seorang Pengusaha sukses di jepang yang memandang perlu untuk mengelola PT. Bali Energy Indonesia adalah orang yang tepat, maka Sensei diminta sebagai Presiden Direktur. Merespon permintaan ini Senseipun bersedia mengingat semboyan dari perusahaan ini adalah : Bersama-sama berjalan beriringan dan berjuang untuk kemajuan energi Indonesia yang ramah dan melindungi kelestarian lingkungan serta menyokong kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Berdasarkan semboyan tersebut PT. Bali Energy Indonesia sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang energi panas bumi mempunyai misi ingin lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia terutama Bali dengan cara mendukung dan ikut serta dalam pembangunan infrastruktur.

Selain itu juga Sensei merupakan salah satu Presiden untuk dunia di JIPDRI, sebuah lembaga yang melakukan riset oleh berbagai universitas terkemuka seperti ITB dan UI tentang perkembangan Jepang dan Indonesia untuk kemajuan di berbagai bidang. Beliau juga turut memprakarsai dan mendirikan Gedung Olah Raga di Bekasi bersama OSO grup yang diperuntukkan bagi perguruan Kusyin-Ryu Karate-do (KKI).

Diusianya yang sudah 75 tahun ini Sensei sendiri masih tetap bersemangat memberikan perhatian dan berbagi dengan sesama, memberi tanpa pamrih, membantu yang tidak mampu karena bagi beliau semua manusia itu adalah bersaudara. Bahkan penampilannya tidak terkesan sudah berada di usia tersebut. Wajah dan senyumnya serta keramahannya memberi sinyal bahwa beliau masih awet muda karena hidupnya dipenuhi energi positip yang diterima dari Tuhan untuk diberikan dan berbagi dengan sesama dengan ikhlas tanpa pamrih. Beliaupun memperoleh gelar kehormatan sebagai SOKE DAN X (Ketua Dunia) untuk pengabdiannya di bidang ilmu bela diri. Sosok seorang Sensei yang berjiwa sosial tinggi dan sederhana serta berhati mulia ini patut dijadikan sebagai teladan dalam berbagi dengan sesama.

Sensei yang selalu berterimakasih ini sangat mengagumi Pancasila terutama sila ke empat. Menurut beliau jika Pancasila dapat diterapkan di dunia maka akan tercipta damai. Beliau selalu berpesan bahkan kepada penulis sendiri saat bersama, Indonesia jangan mau diadu domba. Warga Negara Indonesia harus bersatu. Tak lupa beliau berpesan bahwa dalam proses kehidupan harus selalu berterima kasih.

“Terimakasih Sensei, untuk telah mengajarkan nilai-nilai luhur kehidupan saat bersama”

Sumber : http://www.prioritas6.com/1708-2/

Iklan

Tentang Kushin Ryu Bali

PENGPROV BALI KUSHIN RYU M KARATEDO INDONESIA
Pos ini dipublikasikan di SOSOK dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s